08 Desember 2009

masalah datang silih berganti tanpa kabar dan permisi tapi itulah hidup, kalau hidup tanpa masalah itu namanya bukan hidup. permasalahnnya adalah tidak semua orang bisa mengatasi masalah dengan cara yang seharusnya. yang seharusnya masalah itu dapat di selesaikan dengan mudah eh malah jadi riber dan melebar kemana-mana. nah dari situlah kematangan dan kecerdasan seseorang diuji, semua dituntut. dan yang terpenting adalah sikap.
namun kalau kita terlalau mengandalkan kemampuan diri pribadi juga tidak boleh karena kenyataannya kemampuan kita sangat terbatas, seperti yang telah kita bahas sebelumnya bahwa diri kita ini berada dalam takdir yang telah digariskan Allah sebelum kita ada di dunia ini. jadi bagaimana seharusnya kita menyikapinya. mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan Allah membukakan pemahaman pada kita dalam hal ini. dan tulisan ini menjadi ilmu yang berguna dan nantinya juga akan saya pertanggung jawabkan di hadapanNya. Manusia pada umumnya entah dia agama Islam, Kristen, Budha dll. sangat akrab dengan yang namanya do'a. Benar bahwa Allah telah menggariskan takdir dan bahwa takdirNya Allah pasti berlaku. Namun dengan kasih sayang Nya Allah, dia memberikan manusia untuk mengambil keputusan dan memilih antara baik dan buruk. dengan berdoa kepada Allah menjadikan manusia tidak sombong dan berharap kepada Allah untuk menyelesaikan permasalahannya dan hakikatnya Allah lah yang menyelesaikan. sehingga dengan sikap tawakal dan pasrah dia jadikan Allah sebagai Penolongnya. sehingga hatinya lebih tenang. kuncinya adalah.. masalah apapun kita harus kembalikan kepada Allah sehingga kita lebih tenang dan menjadi manusia yang tau diri.

03 Desember 2009

Setiap hari kita mencari sesuatu yang kadang tak pasti, melangkah tanpa arah, melihat semua semu dan segudang keragu-raguan. maka mulai hari ini buangkan segala prasangka. hidup ini indah dan lebih indah lagi kalau kita tau makna nya. tapi kita tidak bisa terlalu muluk-muluk mengatakan tau akan makna hidup ini kalau kenyataan nya hidup ini masih terlalu sulit, karena pikiran ini terus memikirkan dan alam melihatkan fakta pada keseharian kita. kamu dia dan kita adalah sama. dari keturunan yang sama bani Adam pergi mengembara sebagai musafir di dunia yang fana. namun nanti akhirnya akan kembali juga ke tempat asal nya. rumah tanpa duka lara dan nestapa disana tidak ada yang perlu di khawatirkan, orangnya penuh dengan keramahtamahan dan sopan. setiap berjumpa selalu memberikan salam.

kenalilah dirimu maka kamu kenal TuhanMu